Jumat, 22 November 2013

Bumiku Indah, Bumiku Malang


Bumiku Indah, Bumiku Malang
           
Tercengang aku tatkala ku lihat pabrik-pabrik berdiri seperti raksasa perkasa, tegap menjulang dari tengah gersangnya bumi atas prahara ciptaan orang-orang berkepala ular tak kasat mata yang ada didalamnya, sementara bumi bergulat dengan kepulan asap yang berhembus dari corong besar milik tiap pabrik.

            Teramat kurasakan sesaknya bumi, seakan panas kilau matahari tak jua lengah menembus bumi dengan sisa oksigen yang berjalan dalam arak-arakan ambang kebinasaan. Esok harinya tak nampak matahari berpijar menyengat bumi, namun pepohonan bergetar hebat oleh hantaman badai, genangan air ratakan permukaan tanah dan jalan-jalan menjadi satu, puing-puing sampah mengapung diantara hanyutan air, pohon-pohon tumbang berserakan padati jalan, ladang dan lembah pun menjadi kosong hanya terlihat gagak mendekam diantara reruntuhan gubuk tani. Maha dahsyat penindasan atas bumi ku ini.

            Andai nurani mereka tak hanyut terbawa oleh gemerlap kehidupan yang hanya tawarkan kemewahan sesaat. Andai mereka pertimbangkan dengan sejuta kemewahan lainnya yang bumi tawarkan tanpa harus dengan merusak bumi, pastilah nestapa takkan terasa.

            Bumiku indah, bumiku malang”, ya… mungkin kalimat itu tepat tuk gambarkan bumi ini. Gunung menjulang, laut membentang, pulau berjajar, bukankah bumi miliki semua surga dunia itu? Sobat, tak rindukah kalian dengan bumi kita yang hijau permai ? Hamparan kemuning sawah membentang kala panen tiba, abdi rindang pepohonan kala matahari bertahta atas teriknya, dan rimba hutan taklukkan hantaman badai hadang banjir dengan akar yang menghujam kedalam bumi.

 
            Sudah selayaknya kita jaga bumi ini dengan segala upaya dan daya agar alampun tampakkan ceria dan berikan semua kebaikkannya yang tersembunyi di balik kehidupan yang hakiki. Gaya hidup hijau kiranya dapat bebaskan bumi dari belenggu keterpurukan, garap kembali tanah pada padang gersang, bangunkanlah pepohonan yang tengah terlelap tuk kembali berjaga, taburkan benih anak pohon amanahkan ia tuk kembali mahsyurkan daratan yang sempat gersang agar kembali hijau.


Depok, 14 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar