Bumiku Indah, Bumiku Malang
Tercengang
aku tatkala ku lihat pabrik-pabrik berdiri seperti raksasa perkasa, tegap menjulang
dari tengah gersangnya bumi atas prahara ciptaan orang-orang berkepala ular tak
kasat mata yang ada didalamnya, sementara bumi bergulat dengan kepulan asap
yang berhembus dari corong besar milik tiap pabrik.
Teramat
kurasakan sesaknya bumi, seakan panas kilau matahari tak jua lengah menembus
bumi dengan sisa oksigen yang berjalan dalam arak-arakan ambang kebinasaan. Esok
harinya tak nampak matahari berpijar menyengat bumi, namun pepohonan bergetar
hebat oleh hantaman badai, genangan air ratakan permukaan tanah dan jalan-jalan
menjadi satu, puing-puing sampah mengapung diantara hanyutan air, pohon-pohon
tumbang berserakan padati jalan, ladang dan lembah pun menjadi kosong hanya
terlihat gagak mendekam diantara reruntuhan gubuk tani. Maha dahsyat penindasan
atas bumi ku ini.
Andai
nurani mereka tak hanyut terbawa oleh gemerlap kehidupan yang hanya tawarkan
kemewahan sesaat. Andai mereka pertimbangkan dengan sejuta kemewahan lainnya
yang bumi tawarkan tanpa harus dengan merusak bumi, pastilah nestapa takkan
terasa.
“Bumiku indah, bumiku malang”, ya…
mungkin kalimat itu tepat tuk gambarkan bumi ini. Gunung menjulang, laut
membentang, pulau berjajar, bukankah bumi miliki semua surga dunia itu? Sobat,
tak rindukah kalian dengan bumi kita yang hijau permai ? Hamparan kemuning
sawah membentang kala panen tiba, abdi rindang pepohonan kala matahari bertahta
atas teriknya, dan rimba hutan taklukkan hantaman badai hadang banjir dengan
akar yang menghujam kedalam bumi.
Sudah
selayaknya kita jaga bumi ini dengan segala upaya dan daya agar alampun
tampakkan ceria dan berikan semua kebaikkannya yang tersembunyi di balik
kehidupan yang hakiki. Gaya hidup hijau kiranya dapat bebaskan bumi dari
belenggu keterpurukan, garap kembali tanah pada padang gersang, bangunkanlah
pepohonan yang tengah terlelap tuk kembali berjaga, taburkan benih anak pohon
amanahkan ia tuk kembali mahsyurkan daratan yang sempat gersang agar kembali
hijau.
Depok, 14 Mei 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar